Pages

Rabu, 18 Juni 2014

PENGANTAR SERTA PENGERTIAN SENSOR DAN TRANDUSER


SENSOR
Sensor adalah alat yang dapat digunakan untuk mendeteksi dan mengukur magnitude tertentu. Sensor adalah jenis transduser yang digunakan untuk mengubah variasi mekanis, magnetis, panas, sinar dan kimia menjadi tegangan dan arus listrik. Sensor merupakan bagkian penting dari transduser.

A. Macam-macam Sensor
1). Sensor Proximity
Sensor proximity merupakan sensor atau saklar yang dapat mendeteksi adanya benda logam maupun non logam tanpa adanya kontak fisik. Biasanya sensor ini tediri dari alat elektronis solid-state yang terbungkus rapat untuk melindungi dari pengaruh getaran, cairan, kimiawi, dan korosif yang berlebihan. Sensor proximity dapat diaplikasikan pada kondisi penginderaan pada objek yang dianggap terlalu kecil atau lunak untuk menggerakkan suatu mekanis saklar.
 

Sensor Proximity ada 2 yaitu :
a. Proximity Inductive berfungsi untuk mendeteksi obyek besi/metal
b. Proximity Capacitive akan mendeteksi semua obyek yang ada dalam jarak sensingnya baik metal maupun non-metal.

2). Sensor Magnet
Sensor Magnet adalah alat yang akan terpengaruh medan magnet dan akan memberikan perubahan kondisi pada keluaran. Seperti layaknya saklar dua kondisi (on/off) yang digerakkan oleh adanya medan magnet di sekitarnya. Biasanya sensor ini dikemas dalam bentuk kemasan yang hampa dan bebas dari debu, kelembapan, asap ataupun uap.


3. Sensor Sinar
Sensor sinar terdiri dari 3 kategori.
a. Fotovoltaic atau sel solar adalah alat sensor sinar yang mengubah energi sinar menjadi energi listrik, dengan adanya penyinaran cahaya akan menyebabkan pergerakan elektron dan menghasilkan tegangan.
b. Fotokonduktif (fotoresistif) yang akan memberikan perubahan resistansi pada sel-selnya, semakin tinggi intensitas cahaya, maka nilai tahanannya akan semakin kecil.
c. Fotolistrik adalah sensor yang berprinsip kerja berdasarkan pantulan karena perubahan posisi/jarak suatu sumber sinar (inframerah atau laser) ataupun target pemantulnya, yang terdiri dari pasangan sumber cahaya dan penerima.

4). Sensor Ultrasonik
Sensor ultrasonik bekerja berdasarkan prinsip pantulan gelombang suara, dimana sensor ini menghasilkan gelombang suara yang kemudian menangkapnya kembali dengan perbedaan waktu sebagai dasar penginderaannya. Sensor ini memancarkan frekuensi ±40kHz dan dapat mendeteksi benda dalam jangkauan jarak maksimal 3m. Perbedaan waktu antara gelombang suara dipancarkan dengan ditangkapnya kembali gelombang suara tersebut adalah berbanding lurus dengan jarak atau tinggi objek yang memantulkannya. Jenis objek yang dapat diindera diantaranya adalah: objek padat, cair, butiran maupun tekstil.

5). Sensor Tekanan
Sensor tekanan - sensor ini memiliki transduser yang mengukur ketegangan kawat, dimana mengubah tegangan mekanis menjadi sinyal listrik. Dasar penginderaannya pada perubahan tahanan pengantar (transduser) yang berubah akibat perubahan panjang dan luas penampangnya.

6). Sensor Kecepatan (RPM)
Proses penginderaan sensor kecepatan merupakan proses kebalikan dari suatu motor, dimana suatu poros/object yang berputar pada suatu generator akan menghasilkan suatu tegangan yang sebanding dengan kecepatan putaran object. Kecepatan putar sering pula diukur dengan menggunakan sensor yang mengindera pulsa magnetis (induksi) yang timbul saat medan magnetis terjadi.

7). Sensor Penyandi ( Encoder )
Sensor Penyandi ( Encoder ) digunakan untuk mengubah gerakan linear atau putaran menjadi sinyal digital, dimana sensor putaran memonitor gerakan putar dari suatu alat. Sensor ini biasanya terdiri dari 2 lapis jenis penyandi, yaitu :
Pertama, Penyandi rotari tambahan ( yang mentransmisikan jumlah tertentu dari pulsa untuk masing-masing putaran ) yang akan membangkitkan gelombang kotak pada objek yang diputar.
Kedua, Penyandi absolut ( yang memperlengkapi kode binary tertentu untuk masing-masing posisi sudut ) mempunyai cara kerja sang sama dengan perkecualian, lebih banyak atau lebih rapat pulsa gelombang kotak yang dihasilkan sehingga membentuk suatu pengkodean dalam susunan tertentu.

8). Sensor Suhu
Terdapat 4 jenis utama sensor suhu yang umum digunakan, yaitu thermocouple (T/C), resistance temperature detector (RTD), termistor dan IC sensor. Thermocouple pada intinya terdiri dari sepasang transduser panas dan dingin yang disambungkan dan dilebur bersama, dimana terdapat perbedaan yang timbul antara sambungan tersebut dengan sambungan referensi yang berfungsi sebagai pembanding. Resistance Temperature Detector (RTD) memiliki prinsip dasar pada tahanan listrik dari logam yang bervariasi sebanding dengan suhu. Kesebandingan variasi ini adalah presisi dengan tingkat konsisten/kestabilan yang tinggi pada pendeteksian tahanan. Platina adalah bahan yang sering digunakan karena memiliki tahanan suhu, kelinearan, stabilitas dan reproduksibilitas. Termistor adalah resistor yang peka terhadap panas yang biasanya mempunyai koefisien suhu negatif, karena saat suhu meningkat maka tahanan menurun atau sebaliknya. Jenis ini sangat peka dengan perubahan tahan 5% per C sehingga mampu mendeteksi perubahan suhu yang kecil. Sedangkan IC Sensor adalah sensor suhu dengan rangkaian terpadu yang menggunakan chipsilikon untuk kelemahan penginderanya. Mempunyai konfigurasi output tegangan dan arus yang sangat linear.



TRANSDUSER
Transduser berasal dari kata “traducere” dalam bahasa Latin yang berarti mengubah. Sehingga transduser dapat didefinisikan sebagai suatu peranti yang dapat mengubah suatu besaran non listrik menjadi besaran listrik.
Dari sisi pola aktivasinya, transduser dapat dibagi menjadi dua,
yaitu:
1). Transduser pasif, yaitu transduser yang dapat bekerja bila mendapat energi tambahan dari luar.
Contohnya adalah thermistor. Untuk mengubah energi panas menjadi energi listrik yaitu tegangan listrik, maka thermistor harus dialiri arus listrik. Ketika hambatan thermistor berubah karena pengaruh panas, maka tegangan listrik dari thermistor juga berubah.
2). Transduser aktif, yaitu transduser yang bekerja tanpa tambahan energi dari luar, tetapi menggunakan energi yang akan diubah itu sendiri.
Contohnya adalah termokopel. Ketika menerima panas, termokopel langsung menghasilkan tegangan listrik tanpa membutuhkan energi dari luar.


Sabtu, 31 Mei 2014

Literatur Aplikasi Sensor Bidang Peternakan

           Peternakan adalah kegiatan mengembangbiakkan dan membudidayakan hewan ternak untuk mendapatkan manfaat dan hasil dari kegiatan tersebut.
           Pengertian peternakan tidak terbatas pada pemeliharaaan saja, memelihara dan peternakan perbedaannya terletak pada tujuan yang ditetapkan. Tujuan peternakan adalah mencari keuntungan dengan penerapan prinsip-prinsip manajemen pada faktor-faktor produksi yang telah dikombinasikan secara optimal. Kegiatan di bidang peternakan dapat dibagi atas dua golongan, yaitu peternakan hewan besar seperti sapi, kerbau dan kuda, sedang kelompok kedua yaitu peternakan hewan kecil seperti ayam, kelinci dll.



          Salah satu tujuan penting dari industri peternakan adalah pengubahan makanan menjadi produksi ternak baik yang bisa maupun tidak bisa dimakan oleh manusia atau kelebihan dari kebutuhannya saat itu.
Di seluruh belahan dunia jumlah penduduk semakin meningkat dan menambah desakan terhadap sumber makanan. Hal ini akan menimbulkan tidak dapat dicegahnya harga makanan ternak yang menjadi lebih mahal. 

          Peternakan memerlukan penanganan yang tepat untuk ternaknya demi menjaga kualitas produk (daging, susu, telur dan lain-lain) yang dihasilkan dari hewan ternak tersebut. Penanganan bisa dilakukan dalam hal perawatan dan pemberian makan yang tepat yang akan mendukung kesehatan ternak. Sistem kontrol suhu kandang juga diperlukan untuk menjaga kestabilan ternak dan menjaga kesegaran produk yang dihasilkan oleh peternakan. Contohnya pada ayam petelur diperlukan suhu hangat untuknya hidup, namun telur yang dihasilkan memerlukan suhu lebih rendah untuk penyimpanannya. Manajemen semacam ini menjadi poin penting yang perlu diperhatikan dalam penyelenggaraan peternakan.

           Perkembangbiakan hewan ternak juga perlu diperhatikan, karena beberapa ternak memerlukan penanganan  khusus saat musim kawinnya demi berhasilnya proses fertilisasi. Sebagai contoh adalah sapi, peternak perlu memahami tingkah laku sapi saat mereka siap kawin untuk menghasilkan keterunan yang lebih banyak dan menguntungkan peternak. Sapi yang biasa diawasi dalam proses menuju kawinnya adalah sapi betina. Sapi betina harus benar-benar dalam keadaan siap kawin untuk memastikan berhasilnya proses fertilisasi. Sapi betina yang siap kawin adalah sapi betina yang sudah memasuki masa birahi.Ciri yang biasa terjadi adalah vulva membengkak. Sapi betina menjadi juga sangat tidak tenang, kurang nafsu makan, kadang-kadang menguak dan berkelana mencari hewan jantan

            Dari beberapa contoh yang diberikan diatas penulis mencoba membantu peternakan dengan memanfaatkan sistem sensor (memadukan bidang telekomunikasi) untuk mempermudah manajemen peternakan. Antara lain dalam hal proses produksi telur maupun fertilisasi ternak. Peluang alat yang memungkinkan dibuat adalah sistem manajemen suhu kandang ayam petelur serta sensor birahi yang akan memanfaatkan gejala kerja hormon pada sapi betina.


Referensi :

Toelihere, M.R. 1981. Fisiologi Reproduksi Pada Ternak. Bandung : Penerbit Angkasa

Williamson, G dan Payne, W. J. A. 1993. Pengantar Peternakan di Daerah Tropis. Yogyakarta : Gajah Mada University Press

Sabtu, 17 Mei 2014

Tim Robotika Politeknik Negeri Semarang Buat Gebrakan


Senin, 28 April 2014
Tim robotika polines menunjukan presentasi dan simulasi hasil karya mereka di kantin teknik mesin polines. Karya yang ditunjukkan kali ini adalah karya untuk mengikuti lomba robotika.
Robot-robot yang dipertunjukkan adal beberapa macam, diantaranya  robot pemadam api, robot penari dan robot pemanjat tangga.

Presentasi mereka disajikan secara apik dan dijelaskan dengan bahasa yang mudah dimengerti oleh para audience. Cara kerja robot itu sendiri lebih banyak menggunakan bantuan sensor. Pada robot pemadam, menggunakan sensor panas. Jadi robot tersebut akan otomatis mendatangi sumber api lalu menyemprotkan air yang sudah terpasang dalam wadah robot tersebut. Robot pemadam tersebut juga dirancang agar dapat kembali (pulang ke tempat asal).


Robot penari menggunakan sensor suara sehingga robot tersebut dapat bergerak sesuai dengan alunan musik yang dimainkan. Namun, robot penari ini memiliki kelemahan yaitu masih sulit membedakan antara suara musik dan suara audience yang menonton sehingga gerakan yang ditampilkan agak kacau.


Berikut adalah videonya :


Konsep yang dibuat pada robot pemanjat adalah menaiki tangga. Presentasi yang satu ini cukup menakjubkan karena robot tersebut mampu memanjat tangga dengan baik. Robot ini menggunakan sistem pendorong dari gas yang disimpan dalam wadah. Wadah gas yang terpasang pada robot menggunakan botol minuman bekas. Dengan dilengkapi pendorong, robot dapat terus menaiki tangga tanpa kendala. Robot ini dirancang hanya untuk memanjat tangga, bukan untuk menuruni tangga.



Dalam presentasi yang ditunjukan kemarin terlihat ada beberapa robot yang belum sempurna karena masih dalam pengembangan. Namun untuk keseluruhan presentasi yang dilakukan bisa dibilang luar biasa karena mereka membuat terobosan yang menarik dalam bidang robotika.








Sabtu, 19 April 2014

Mind Map Sensor Suhu

Hmm, pembuatan mind map ini agak rumit karena sensor suhu macamnya banyak, tapi saya coba buat sesingkat mungkin. Semoga dapat dipahami dan bermanfaat ^^
Sekian dulu, contoh-contoh mind map yang saya buat, penjelasan lebih lanjut bisa lihat di link-link yang tersedia di Google :D
Terimakasih

Mind Map Sensor Gas TGS 2610

Kali ini gantian Mind Mapnya TGS 2610 (sensor untuk deteksi kebocoran gas LPG) nih... Silahkan dilihat, Semoga bermanfaat ^^
Siklus bacanya sesuai penunjukkan panah yaa :)

Mind Map Sensor Ultrasonic

Pada kesempatan kali ini saya ingin menjelaskan tentang sensor ultrasonik namun dalam bentuk mindmap. Semoga mudah dipahami dan bermanfaat ^^
Kritik dan sarannya monggoooo :))

Senin, 31 Maret 2014

Smart Window Curtain

Di rumah-rumah sering dijumpai tirai jendela. Untuk rumah besar maka akan memakan waktu jika harus membuka tirai jendela satu per satu saat pagi datang kemudian menutupnya pada malam hari. Karena itulah rancangan ini dibuat, yaitu tirai yang dilengkapi dengan sensor sinar. Ini bisa membantu pemilik rumah karena mereka tidak perlu membuka dan menutup tirai secara manual.

Alat dasar:
-Tirai
-LDR (light dependent resistor)
-Fotovoltaic
-Motor power window


Prinsip kerja :

Fotovoltaic dan LDR akan dipasan di atap rumah. Pada saat pagi datang maka akan ada cahaya matahari, cahaya matahari akan mengenai LDR yang dipasang di atap rumah. Cahaya juga akan diterima oleh fotovoltaic, otomatis kondisi ini akan menghidupkan motor power window yang dipasang di ujung-ujung tirai dan menyebabkan tirai terbuka secara otomatis. Saat siang hari fotovoltaic akan menyimpan energi sinar matahari sehingga pada saat keadaan berubah gelap sistem telah menyimpan energi, kondisi ini juga akan mempengaruhi motor power window dan otomatis menutup seluruh tirai jendela yang ada di dalam rumah.

Minggu, 30 Maret 2014

Trailer Angkut Hasil Tambang Batu Bara dengan Sensor Magnetik

Dalam pekerjaan tambang batu bara sangat dibutuhkan kereta angkut agar batu bara dapat diolah menjadi bahan bakar untuk kepentingan manusia. Dalam proses pengangkutannya tentu diperlukan daya listrik tinggi atau bahan bakar yang banyak. Karena itu saya berpikir untuk menggunakan bantuan magnet pada proses pengangkutan dan daya listrik yang dibutuhkan tak terlalu besar.

Alat dasar :
-Trailer angkut
-Jalur kereta angkut (Railway)
-Sensor Magnet
-Strain Gage


Prinsip Kerja :

Cara kerjanya adalah jika trailer batu bara telah penuh (beratnya sudah memenuhi kapasitas trailer) maka ini akan mempengaruhi strain gage dan otomatis membuka rem roda trailer. Trailer akan dilengkapi dengan sensor magnet sehingga akan memenuhi prinsip dasar magnet. Railway terbuat dari medan magnet sehingga akan menarik trailer penuh dengan batu bara ke pabrik pengolahan batu bara.

Sistem Pemilu Untuk Penyandang Tunanetra

Mendekati hari-hari pemilu seperti ini tentu ada beberapa kendala dalam pelaksanaannya. Salah satunya yang sering tak terpikirkan oleh pemilih lain adalah tentang masalah pemilih penyandang tunanetra, pemerintah sudah mengupayakan agar penyandang tunanetra dapat memilih dengan luber dan jurdil, namun pada kenyataannya penyandang tunanetra akan didampingi saat melakukan pemilihan. Hal tersebut akan menyalahi prinsip luber dan jurdil.
Karena alasan itulah saya dapat ilham untuk mengembangkan sebuah sistem pemilu bagi penyandang tunanetra, yaitu dengan memanfatkan sensor proximity (sensor jarak).


Jadi, pada dasarnya sistem ini akan memerlukan alat sebagai berikut.
1. Komputer LCD
2. Sensor Proximity Capacitive
3. Program khusus pemilu
4. Headphone/headset


Prinsip Kerja :



Sebelum memilih penyandang tunanetra akan diberi penyuluhan tentang cara memilih menggunakan sistem ini. Lebih baik lagi jika langsung dilakukan simulasi agar cepat mengerti prinsip kerjanya.
Penyandang tunanetra yang akan memilih diantar petugas ke bilik pemilihan, kemudian penyandang tunanetra akan dipakaikan headphone. Petugas keluar dari bilik pemilihan. Penyandang tunanetra mendekatkan jarinya kelayar (namun tidak sampai menyentuhnya), sensor akan mendeteksi bahwa ada benda yang mendekat sehingga pada jarak sekitar 5cm dari layar maka akan terdengar suara di headphone menyerukan nama partai/caleg/capres yang ditunjuknya. Jika penyandang tunanetra tersebut sudah menemukan calon yang akan dipilih maka dia tinggal memencet layarnya. Setelah melakukan pemilihan maka akan terdengar suara pemberitahuan yang menyatakan bahwa pemilih sudah melakukan pemilihan. Dengan ini maka para penyandang tunanetra bisa tetap melakukan pemilu yang lebih luber dan jurdil. 

Kamis, 27 Maret 2014

Pengangkat jaring otomatis di tambak ikan menggunakan sensor cahaya (photo)

Well... Kembali lagi ke ide-ide saya yang terkadang inspirasinya datang pada waktu yang tak terduga. Seperti kali ini, saya dapat ide setelah nonton anime berjudul “Nagi no Asukara” (entah apa artinya itu) Jadi animenya bercerita tentang manusia yang hidup di lautan dan bisa jalan-jalan ke daratan, tapi bukan duyung. Dan dalam anime itu ada scene nelayan-nelayan. Jadi.... mending kita langsung ke rancangan, jangan ke anime -____- *sadar*

Alat inti :
-Jaring tambak ikan yang terhubung pada katrol
-Sensor cahaya (photoresistor)
-Generator


Prinsip kerja :
Rangkaian sensor cahaya akan disambungkan pada generator. Saat keadaan berubah gelap (sore menjelang malam) maka sensor cahaya akan menangkap perubahan kondisi. Perubahan kondisi ini akan menghidupkan generator yang telah terhubung pada katrol jaring sehingga menyebabkan jaring turun ke dalam tambak untuk melakukan tugasnya menangkap ikan.
Ketika kondisi berubah terang (fajar menjelang pagi) maka keadaan ini juga akan otomatis menghidupkan generator dan menarik jaring yang penuh ikan dari dalam tambak. Jadi sensor cahaya ini berfungsi menghidupkan generator secara sementara saat ada perubahan kondisi gelap terang.
 Saat kondisi gelap, generator di set untuk menurunkan jaring dan saat kondisi terang, generator di set untuk menarik jaring. Prinsip ini mirip dengan gerbang logika NOT pada teknik digital. Saat input berlogik ‘1’ (gelap) maka akan menghasilkan output ‘0’ (jaring turun) dan saat input berlogik ‘0’ (terang) maka akan menghasilkan output ‘1’ (jaring penuh ikan ^o^ naik). Jadi dalam IC ini bisa dipasangi NOT gate (74LS04) sebagai pelengkap.
Ada yang terpikir begini?
“Bagaimana kalau gelapnya itu gara-gara mendung atau hujan? Jaringnya bakal turun lagi?”
Iya, yaaa bagaimana? Hehe, menurut saya itu tidak masalah kalau jaringnya turun. Karena saat hujan meskipun jaringnya terangkat bakalan basah juga. Lucky sekali kalau malah ada ikan lain yang tersangkut ^^
Hmm udah gitu aja... Gimana readers? ;)


Sabtu, 22 Maret 2014

Pembuka Pintu dan Pemberi Salam Otomatis Customer Minimarket

            Ide ini adalah pengembangan dari prinsip pembuka pintu otomatis yang biasanya ada di hotel-hotel. Jadi, pintunya tidak perlu didorong/dipegang. cukup kita melangkah, jika kita sudah dekat dengan pintu maka pintu akan membuka sendiri (biasanya bergeser). Nah, dengan fasilitas ini customer tak perlu repot membuka pintu.
            Pengembangan yang saya pikirkan adalah menaruhnya di minimarket dan melengkapinya dengan rekaman suara yang akan memberi salam sapaan pada customer.

Alat inti :
-Pintu Geser
-Strain gage (sensor mekanis)
-Speaker

Prinsip Kerja :
Dalam kasus kali ini, rancangan akan menggunakan strain gage untuk mendeteksi gerakan. Strain gage akan dipasang pada permukaan lantai luar (saat akan masuk) dan permukaan lantai dalam (saat akan keluar). Sehingga saat akan masuk minimarket jika alat ini dilewati beban yang beratnya ≥ 20 kg maka pintu akan terbuka  dan akan mengirim sinyal informasi pada rangkaian speaker sehingga akan berbunyi misal : “Selamat Berbelanja”
Saat customer sudah selesai berbelanja maka pelanggan tersebut akan keluar dan strain gage  di dekat pintu keluar akan kembali bekerja membuka pintu dan menyalakan speaker yang berbunyi, misal : “Terimakasih atas kunjungannya”. Jadi, respon speaker akan tergantung darimana customer berjalan. Apakah saat akan masuk atau saat akan keluar minimarket.
Sensor pada pintu saat pelanggan akan keluar bisa juga dilengkapi dengan pendeteksi price tag  jadi ini juga bisa meminimalisir tindakan pencurian dan pengutilan.

Begitulah. Daaah.... ^^

                                                   
Gelang Pencegah untuk Balita Penderita Step Karena Demam Tinggi (Menggunakan Sensor Thermal)

Sedikit curhat, saya terpikir ide ini karena ingat dulu waktu adekku umurnya 3 tahun sering step (kejang-kejang) karena demam tinggi. Tercetuslah ide yang sedikit aneh ini. Harapannya sih semoga suatu hari saya dapat mewujudkan gelang ini dalam bentuk realita. Amiin....

Yak Lanjuut.

Alat inti:
-Gelang berbahan karet
-LED (Light Emitting Diode) kecil
-Speaker kecil
-Baterai jam tangan
-Sensor thermal untuk tubuh (semacam termometer)

      Di dalam gelang akan dipasangi sensor thermal yang berhubungan langsung dengan kulit. Kemudian sensor ini akan dihubungkan dengan LED dan speaker.
      LED berfungsi sebagai indikator apakah sumber daya (baterai) masih bisa dipakai atau perlu diganti. Jadi, jika baterai masih bisa dipakai LED akan menyala dan jika sudah hampir habis maka LED akan redup atau bahkan mati. Otomatis dalam rangkaian gelang ini juga akan terdapat resistor dan komponen lain yang mendukung.
      Diusahakan agar gelang ini aman untuk anak balita, hal ini juga termasuk mengenai masalah radiasi dan bahan pembuat gelang yang tidak akan membuat kulit anak iritasi.

Prinsip Kerja :
      Gelang yang telah dipakai akan menyebabkan sensor thermal terhubung ke kulit anak secara langsung sehingga sensor bisa selalu stand by pada suhu tubuh anak. Jika suhu tubuh meningkat dari batas normal (36°-37° C) maka otomatis sensor akan bekerja dan mengirimkan sinyal infomasi pada sensor speaker dan menyebabkan speaker mengeluarkan bunyi peringatan (bunyi peringatan di set agar tidak mengagetkan anak, bisa di atur bunyi lagu lullaby atau bunyi lain).
      Dengan adanya bunyi peringatan ini maka orang tua si anak atau orang dewasa yang menjaganya bisa langsung memberikan obat penurun panas atau pertolongan pertama lainnya untuk mencegah terjadinya step karena demam yang tak kunjung turun.

Yaah itu saja kali ini, ini baru sebuah ide jadi silahkan komennya biar tambah bagus racangannya ^_^



Sabtu, 15 Maret 2014

RANCANGAN DASAR SISTEM PENERIMA TAMU OTOMATIS MENGGUNAKAN INTERKOM

Sistem yang saya rencanakan ini menggunakan bantuan sensor panas tubuh / PIR (Passive Infrared Receiver) untuk mendeteksi keberadaan manusia. Sistem ini juga memanfaatkan fungsi interkom. Jika biasanya interkom hanya digunakan untuk komunikasi antar ruang, dalam kasus ini interkom akan digunakan untuk komunikasi jarak jauh dengan menghubungkannya ke server. Sistem ini bisa dipasang di rumah-rumah yang pemiliknya sedang tidak di tempat (misal : ke luar kota, mudik dll).

DAFTAR ALAT :

-Interkom (Intercommunication device)
-Server
-HP / Smartphone (Android, BB, Windows Phone, I-Phone dll)
-Sensor Panas Tubuh Manusia (PIR)

Gambaran Dasar Sistem :



















Prinsip kerja sistem ini adalah :

Saat ada orang yang melintas pada kawasan yang dipasangi PIR (bisa dipasang disekitar teras rumah) maka informasi keberadaan manusia akan langsung disambungkan ke server. Kemudian server akan mengirim pemberitahuan ke HP kita berbentuk SMS (sebelumnya nomer kita harus didaftarkan ke server). Setelah itu HP kita bisa langsung menghubungi interkom yang sudah terpasang di teras rumah sehingga pemilik rumah bisa berkomunikasi langsung dengan tamu yang datang. Namun kelemahan bila pengguna menggunakan HP biasa adalah boros pulsa.
Jika pengguna menggunakan smartphone maka smartphone mereka bisa terlebih dahulu dipasangi aplikasi khusus untuk menerima pemberitahuan sekaligus menghubungi interkom yang ada di rumah. Layanan ini akan menggunakan jasa internet sehingga bisa lebih murah. Keunggulan lain ketika pengguna menggunakan smartphone adalah, teras rumah dan bagian rumah lainnya bisa dilengkapi dengan CCTV sehingga pemilik rumah bisa mengetahui secara jelas siapa tamu yang datang ke rumahnya dan bisa selalu stand by memantau keadaan rumahnya secara langsung (streaming).

Demikian rancangan tentang sistem penerima tamu otomatis. Semoga bermanfaat ^_^