Pages

Sabtu, 31 Mei 2014

Literatur Aplikasi Sensor Bidang Peternakan

           Peternakan adalah kegiatan mengembangbiakkan dan membudidayakan hewan ternak untuk mendapatkan manfaat dan hasil dari kegiatan tersebut.
           Pengertian peternakan tidak terbatas pada pemeliharaaan saja, memelihara dan peternakan perbedaannya terletak pada tujuan yang ditetapkan. Tujuan peternakan adalah mencari keuntungan dengan penerapan prinsip-prinsip manajemen pada faktor-faktor produksi yang telah dikombinasikan secara optimal. Kegiatan di bidang peternakan dapat dibagi atas dua golongan, yaitu peternakan hewan besar seperti sapi, kerbau dan kuda, sedang kelompok kedua yaitu peternakan hewan kecil seperti ayam, kelinci dll.



          Salah satu tujuan penting dari industri peternakan adalah pengubahan makanan menjadi produksi ternak baik yang bisa maupun tidak bisa dimakan oleh manusia atau kelebihan dari kebutuhannya saat itu.
Di seluruh belahan dunia jumlah penduduk semakin meningkat dan menambah desakan terhadap sumber makanan. Hal ini akan menimbulkan tidak dapat dicegahnya harga makanan ternak yang menjadi lebih mahal. 

          Peternakan memerlukan penanganan yang tepat untuk ternaknya demi menjaga kualitas produk (daging, susu, telur dan lain-lain) yang dihasilkan dari hewan ternak tersebut. Penanganan bisa dilakukan dalam hal perawatan dan pemberian makan yang tepat yang akan mendukung kesehatan ternak. Sistem kontrol suhu kandang juga diperlukan untuk menjaga kestabilan ternak dan menjaga kesegaran produk yang dihasilkan oleh peternakan. Contohnya pada ayam petelur diperlukan suhu hangat untuknya hidup, namun telur yang dihasilkan memerlukan suhu lebih rendah untuk penyimpanannya. Manajemen semacam ini menjadi poin penting yang perlu diperhatikan dalam penyelenggaraan peternakan.

           Perkembangbiakan hewan ternak juga perlu diperhatikan, karena beberapa ternak memerlukan penanganan  khusus saat musim kawinnya demi berhasilnya proses fertilisasi. Sebagai contoh adalah sapi, peternak perlu memahami tingkah laku sapi saat mereka siap kawin untuk menghasilkan keterunan yang lebih banyak dan menguntungkan peternak. Sapi yang biasa diawasi dalam proses menuju kawinnya adalah sapi betina. Sapi betina harus benar-benar dalam keadaan siap kawin untuk memastikan berhasilnya proses fertilisasi. Sapi betina yang siap kawin adalah sapi betina yang sudah memasuki masa birahi.Ciri yang biasa terjadi adalah vulva membengkak. Sapi betina menjadi juga sangat tidak tenang, kurang nafsu makan, kadang-kadang menguak dan berkelana mencari hewan jantan

            Dari beberapa contoh yang diberikan diatas penulis mencoba membantu peternakan dengan memanfaatkan sistem sensor (memadukan bidang telekomunikasi) untuk mempermudah manajemen peternakan. Antara lain dalam hal proses produksi telur maupun fertilisasi ternak. Peluang alat yang memungkinkan dibuat adalah sistem manajemen suhu kandang ayam petelur serta sensor birahi yang akan memanfaatkan gejala kerja hormon pada sapi betina.


Referensi :

Toelihere, M.R. 1981. Fisiologi Reproduksi Pada Ternak. Bandung : Penerbit Angkasa

Williamson, G dan Payne, W. J. A. 1993. Pengantar Peternakan di Daerah Tropis. Yogyakarta : Gajah Mada University Press

Sabtu, 17 Mei 2014

Tim Robotika Politeknik Negeri Semarang Buat Gebrakan


Senin, 28 April 2014
Tim robotika polines menunjukan presentasi dan simulasi hasil karya mereka di kantin teknik mesin polines. Karya yang ditunjukkan kali ini adalah karya untuk mengikuti lomba robotika.
Robot-robot yang dipertunjukkan adal beberapa macam, diantaranya  robot pemadam api, robot penari dan robot pemanjat tangga.

Presentasi mereka disajikan secara apik dan dijelaskan dengan bahasa yang mudah dimengerti oleh para audience. Cara kerja robot itu sendiri lebih banyak menggunakan bantuan sensor. Pada robot pemadam, menggunakan sensor panas. Jadi robot tersebut akan otomatis mendatangi sumber api lalu menyemprotkan air yang sudah terpasang dalam wadah robot tersebut. Robot pemadam tersebut juga dirancang agar dapat kembali (pulang ke tempat asal).


Robot penari menggunakan sensor suara sehingga robot tersebut dapat bergerak sesuai dengan alunan musik yang dimainkan. Namun, robot penari ini memiliki kelemahan yaitu masih sulit membedakan antara suara musik dan suara audience yang menonton sehingga gerakan yang ditampilkan agak kacau.


Berikut adalah videonya :


Konsep yang dibuat pada robot pemanjat adalah menaiki tangga. Presentasi yang satu ini cukup menakjubkan karena robot tersebut mampu memanjat tangga dengan baik. Robot ini menggunakan sistem pendorong dari gas yang disimpan dalam wadah. Wadah gas yang terpasang pada robot menggunakan botol minuman bekas. Dengan dilengkapi pendorong, robot dapat terus menaiki tangga tanpa kendala. Robot ini dirancang hanya untuk memanjat tangga, bukan untuk menuruni tangga.



Dalam presentasi yang ditunjukan kemarin terlihat ada beberapa robot yang belum sempurna karena masih dalam pengembangan. Namun untuk keseluruhan presentasi yang dilakukan bisa dibilang luar biasa karena mereka membuat terobosan yang menarik dalam bidang robotika.