Pages

Senin, 31 Maret 2014

Smart Window Curtain

Di rumah-rumah sering dijumpai tirai jendela. Untuk rumah besar maka akan memakan waktu jika harus membuka tirai jendela satu per satu saat pagi datang kemudian menutupnya pada malam hari. Karena itulah rancangan ini dibuat, yaitu tirai yang dilengkapi dengan sensor sinar. Ini bisa membantu pemilik rumah karena mereka tidak perlu membuka dan menutup tirai secara manual.

Alat dasar:
-Tirai
-LDR (light dependent resistor)
-Fotovoltaic
-Motor power window


Prinsip kerja :

Fotovoltaic dan LDR akan dipasan di atap rumah. Pada saat pagi datang maka akan ada cahaya matahari, cahaya matahari akan mengenai LDR yang dipasang di atap rumah. Cahaya juga akan diterima oleh fotovoltaic, otomatis kondisi ini akan menghidupkan motor power window yang dipasang di ujung-ujung tirai dan menyebabkan tirai terbuka secara otomatis. Saat siang hari fotovoltaic akan menyimpan energi sinar matahari sehingga pada saat keadaan berubah gelap sistem telah menyimpan energi, kondisi ini juga akan mempengaruhi motor power window dan otomatis menutup seluruh tirai jendela yang ada di dalam rumah.

Minggu, 30 Maret 2014

Trailer Angkut Hasil Tambang Batu Bara dengan Sensor Magnetik

Dalam pekerjaan tambang batu bara sangat dibutuhkan kereta angkut agar batu bara dapat diolah menjadi bahan bakar untuk kepentingan manusia. Dalam proses pengangkutannya tentu diperlukan daya listrik tinggi atau bahan bakar yang banyak. Karena itu saya berpikir untuk menggunakan bantuan magnet pada proses pengangkutan dan daya listrik yang dibutuhkan tak terlalu besar.

Alat dasar :
-Trailer angkut
-Jalur kereta angkut (Railway)
-Sensor Magnet
-Strain Gage


Prinsip Kerja :

Cara kerjanya adalah jika trailer batu bara telah penuh (beratnya sudah memenuhi kapasitas trailer) maka ini akan mempengaruhi strain gage dan otomatis membuka rem roda trailer. Trailer akan dilengkapi dengan sensor magnet sehingga akan memenuhi prinsip dasar magnet. Railway terbuat dari medan magnet sehingga akan menarik trailer penuh dengan batu bara ke pabrik pengolahan batu bara.

Sistem Pemilu Untuk Penyandang Tunanetra

Mendekati hari-hari pemilu seperti ini tentu ada beberapa kendala dalam pelaksanaannya. Salah satunya yang sering tak terpikirkan oleh pemilih lain adalah tentang masalah pemilih penyandang tunanetra, pemerintah sudah mengupayakan agar penyandang tunanetra dapat memilih dengan luber dan jurdil, namun pada kenyataannya penyandang tunanetra akan didampingi saat melakukan pemilihan. Hal tersebut akan menyalahi prinsip luber dan jurdil.
Karena alasan itulah saya dapat ilham untuk mengembangkan sebuah sistem pemilu bagi penyandang tunanetra, yaitu dengan memanfatkan sensor proximity (sensor jarak).


Jadi, pada dasarnya sistem ini akan memerlukan alat sebagai berikut.
1. Komputer LCD
2. Sensor Proximity Capacitive
3. Program khusus pemilu
4. Headphone/headset


Prinsip Kerja :



Sebelum memilih penyandang tunanetra akan diberi penyuluhan tentang cara memilih menggunakan sistem ini. Lebih baik lagi jika langsung dilakukan simulasi agar cepat mengerti prinsip kerjanya.
Penyandang tunanetra yang akan memilih diantar petugas ke bilik pemilihan, kemudian penyandang tunanetra akan dipakaikan headphone. Petugas keluar dari bilik pemilihan. Penyandang tunanetra mendekatkan jarinya kelayar (namun tidak sampai menyentuhnya), sensor akan mendeteksi bahwa ada benda yang mendekat sehingga pada jarak sekitar 5cm dari layar maka akan terdengar suara di headphone menyerukan nama partai/caleg/capres yang ditunjuknya. Jika penyandang tunanetra tersebut sudah menemukan calon yang akan dipilih maka dia tinggal memencet layarnya. Setelah melakukan pemilihan maka akan terdengar suara pemberitahuan yang menyatakan bahwa pemilih sudah melakukan pemilihan. Dengan ini maka para penyandang tunanetra bisa tetap melakukan pemilu yang lebih luber dan jurdil. 

Kamis, 27 Maret 2014

Pengangkat jaring otomatis di tambak ikan menggunakan sensor cahaya (photo)

Well... Kembali lagi ke ide-ide saya yang terkadang inspirasinya datang pada waktu yang tak terduga. Seperti kali ini, saya dapat ide setelah nonton anime berjudul “Nagi no Asukara” (entah apa artinya itu) Jadi animenya bercerita tentang manusia yang hidup di lautan dan bisa jalan-jalan ke daratan, tapi bukan duyung. Dan dalam anime itu ada scene nelayan-nelayan. Jadi.... mending kita langsung ke rancangan, jangan ke anime -____- *sadar*

Alat inti :
-Jaring tambak ikan yang terhubung pada katrol
-Sensor cahaya (photoresistor)
-Generator


Prinsip kerja :
Rangkaian sensor cahaya akan disambungkan pada generator. Saat keadaan berubah gelap (sore menjelang malam) maka sensor cahaya akan menangkap perubahan kondisi. Perubahan kondisi ini akan menghidupkan generator yang telah terhubung pada katrol jaring sehingga menyebabkan jaring turun ke dalam tambak untuk melakukan tugasnya menangkap ikan.
Ketika kondisi berubah terang (fajar menjelang pagi) maka keadaan ini juga akan otomatis menghidupkan generator dan menarik jaring yang penuh ikan dari dalam tambak. Jadi sensor cahaya ini berfungsi menghidupkan generator secara sementara saat ada perubahan kondisi gelap terang.
 Saat kondisi gelap, generator di set untuk menurunkan jaring dan saat kondisi terang, generator di set untuk menarik jaring. Prinsip ini mirip dengan gerbang logika NOT pada teknik digital. Saat input berlogik ‘1’ (gelap) maka akan menghasilkan output ‘0’ (jaring turun) dan saat input berlogik ‘0’ (terang) maka akan menghasilkan output ‘1’ (jaring penuh ikan ^o^ naik). Jadi dalam IC ini bisa dipasangi NOT gate (74LS04) sebagai pelengkap.
Ada yang terpikir begini?
“Bagaimana kalau gelapnya itu gara-gara mendung atau hujan? Jaringnya bakal turun lagi?”
Iya, yaaa bagaimana? Hehe, menurut saya itu tidak masalah kalau jaringnya turun. Karena saat hujan meskipun jaringnya terangkat bakalan basah juga. Lucky sekali kalau malah ada ikan lain yang tersangkut ^^
Hmm udah gitu aja... Gimana readers? ;)


Sabtu, 22 Maret 2014

Pembuka Pintu dan Pemberi Salam Otomatis Customer Minimarket

            Ide ini adalah pengembangan dari prinsip pembuka pintu otomatis yang biasanya ada di hotel-hotel. Jadi, pintunya tidak perlu didorong/dipegang. cukup kita melangkah, jika kita sudah dekat dengan pintu maka pintu akan membuka sendiri (biasanya bergeser). Nah, dengan fasilitas ini customer tak perlu repot membuka pintu.
            Pengembangan yang saya pikirkan adalah menaruhnya di minimarket dan melengkapinya dengan rekaman suara yang akan memberi salam sapaan pada customer.

Alat inti :
-Pintu Geser
-Strain gage (sensor mekanis)
-Speaker

Prinsip Kerja :
Dalam kasus kali ini, rancangan akan menggunakan strain gage untuk mendeteksi gerakan. Strain gage akan dipasang pada permukaan lantai luar (saat akan masuk) dan permukaan lantai dalam (saat akan keluar). Sehingga saat akan masuk minimarket jika alat ini dilewati beban yang beratnya ≥ 20 kg maka pintu akan terbuka  dan akan mengirim sinyal informasi pada rangkaian speaker sehingga akan berbunyi misal : “Selamat Berbelanja”
Saat customer sudah selesai berbelanja maka pelanggan tersebut akan keluar dan strain gage  di dekat pintu keluar akan kembali bekerja membuka pintu dan menyalakan speaker yang berbunyi, misal : “Terimakasih atas kunjungannya”. Jadi, respon speaker akan tergantung darimana customer berjalan. Apakah saat akan masuk atau saat akan keluar minimarket.
Sensor pada pintu saat pelanggan akan keluar bisa juga dilengkapi dengan pendeteksi price tag  jadi ini juga bisa meminimalisir tindakan pencurian dan pengutilan.

Begitulah. Daaah.... ^^

                                                   
Gelang Pencegah untuk Balita Penderita Step Karena Demam Tinggi (Menggunakan Sensor Thermal)

Sedikit curhat, saya terpikir ide ini karena ingat dulu waktu adekku umurnya 3 tahun sering step (kejang-kejang) karena demam tinggi. Tercetuslah ide yang sedikit aneh ini. Harapannya sih semoga suatu hari saya dapat mewujudkan gelang ini dalam bentuk realita. Amiin....

Yak Lanjuut.

Alat inti:
-Gelang berbahan karet
-LED (Light Emitting Diode) kecil
-Speaker kecil
-Baterai jam tangan
-Sensor thermal untuk tubuh (semacam termometer)

      Di dalam gelang akan dipasangi sensor thermal yang berhubungan langsung dengan kulit. Kemudian sensor ini akan dihubungkan dengan LED dan speaker.
      LED berfungsi sebagai indikator apakah sumber daya (baterai) masih bisa dipakai atau perlu diganti. Jadi, jika baterai masih bisa dipakai LED akan menyala dan jika sudah hampir habis maka LED akan redup atau bahkan mati. Otomatis dalam rangkaian gelang ini juga akan terdapat resistor dan komponen lain yang mendukung.
      Diusahakan agar gelang ini aman untuk anak balita, hal ini juga termasuk mengenai masalah radiasi dan bahan pembuat gelang yang tidak akan membuat kulit anak iritasi.

Prinsip Kerja :
      Gelang yang telah dipakai akan menyebabkan sensor thermal terhubung ke kulit anak secara langsung sehingga sensor bisa selalu stand by pada suhu tubuh anak. Jika suhu tubuh meningkat dari batas normal (36°-37° C) maka otomatis sensor akan bekerja dan mengirimkan sinyal infomasi pada sensor speaker dan menyebabkan speaker mengeluarkan bunyi peringatan (bunyi peringatan di set agar tidak mengagetkan anak, bisa di atur bunyi lagu lullaby atau bunyi lain).
      Dengan adanya bunyi peringatan ini maka orang tua si anak atau orang dewasa yang menjaganya bisa langsung memberikan obat penurun panas atau pertolongan pertama lainnya untuk mencegah terjadinya step karena demam yang tak kunjung turun.

Yaah itu saja kali ini, ini baru sebuah ide jadi silahkan komennya biar tambah bagus racangannya ^_^



Sabtu, 15 Maret 2014

RANCANGAN DASAR SISTEM PENERIMA TAMU OTOMATIS MENGGUNAKAN INTERKOM

Sistem yang saya rencanakan ini menggunakan bantuan sensor panas tubuh / PIR (Passive Infrared Receiver) untuk mendeteksi keberadaan manusia. Sistem ini juga memanfaatkan fungsi interkom. Jika biasanya interkom hanya digunakan untuk komunikasi antar ruang, dalam kasus ini interkom akan digunakan untuk komunikasi jarak jauh dengan menghubungkannya ke server. Sistem ini bisa dipasang di rumah-rumah yang pemiliknya sedang tidak di tempat (misal : ke luar kota, mudik dll).

DAFTAR ALAT :

-Interkom (Intercommunication device)
-Server
-HP / Smartphone (Android, BB, Windows Phone, I-Phone dll)
-Sensor Panas Tubuh Manusia (PIR)

Gambaran Dasar Sistem :



















Prinsip kerja sistem ini adalah :

Saat ada orang yang melintas pada kawasan yang dipasangi PIR (bisa dipasang disekitar teras rumah) maka informasi keberadaan manusia akan langsung disambungkan ke server. Kemudian server akan mengirim pemberitahuan ke HP kita berbentuk SMS (sebelumnya nomer kita harus didaftarkan ke server). Setelah itu HP kita bisa langsung menghubungi interkom yang sudah terpasang di teras rumah sehingga pemilik rumah bisa berkomunikasi langsung dengan tamu yang datang. Namun kelemahan bila pengguna menggunakan HP biasa adalah boros pulsa.
Jika pengguna menggunakan smartphone maka smartphone mereka bisa terlebih dahulu dipasangi aplikasi khusus untuk menerima pemberitahuan sekaligus menghubungi interkom yang ada di rumah. Layanan ini akan menggunakan jasa internet sehingga bisa lebih murah. Keunggulan lain ketika pengguna menggunakan smartphone adalah, teras rumah dan bagian rumah lainnya bisa dilengkapi dengan CCTV sehingga pemilik rumah bisa mengetahui secara jelas siapa tamu yang datang ke rumahnya dan bisa selalu stand by memantau keadaan rumahnya secara langsung (streaming).

Demikian rancangan tentang sistem penerima tamu otomatis. Semoga bermanfaat ^_^