Peternakan adalah
kegiatan mengembangbiakkan dan membudidayakan hewan ternak untuk mendapatkan manfaat dan hasil
dari kegiatan tersebut.
Pengertian peternakan tidak terbatas
pada pemeliharaaan saja, memelihara dan peternakan perbedaannya terletak pada
tujuan yang ditetapkan. Tujuan peternakan adalah mencari keuntungan dengan
penerapan prinsip-prinsip manajemen pada faktor-faktor produksi yang telah
dikombinasikan secara optimal. Kegiatan di bidang peternakan dapat
dibagi atas dua golongan, yaitu peternakan hewan besar seperti sapi, kerbau dan
kuda, sedang kelompok kedua yaitu peternakan hewan kecil seperti ayam, kelinci dll.
Salah satu tujuan penting dari industri peternakan
adalah pengubahan makanan menjadi produksi ternak baik yang bisa maupun tidak
bisa dimakan oleh manusia atau kelebihan dari kebutuhannya saat itu.
Di seluruh belahan dunia jumlah penduduk semakin
meningkat dan menambah desakan terhadap sumber makanan. Hal ini akan
menimbulkan tidak dapat dicegahnya harga makanan ternak yang menjadi lebih
mahal.
Peternakan memerlukan penanganan yang tepat untuk ternaknya demi menjaga
kualitas produk (daging, susu, telur dan lain-lain) yang dihasilkan dari hewan
ternak tersebut. Penanganan bisa dilakukan dalam hal perawatan dan pemberian
makan yang tepat yang akan mendukung kesehatan ternak. Sistem kontrol suhu
kandang juga diperlukan untuk menjaga kestabilan ternak dan menjaga kesegaran
produk yang dihasilkan oleh peternakan. Contohnya pada ayam petelur diperlukan
suhu hangat untuknya hidup, namun telur yang dihasilkan memerlukan suhu lebih
rendah untuk penyimpanannya. Manajemen semacam ini menjadi poin penting yang
perlu diperhatikan dalam penyelenggaraan peternakan.
Perkembangbiakan hewan ternak juga perlu
diperhatikan, karena beberapa ternak memerlukan penanganan khusus saat musim kawinnya demi berhasilnya
proses fertilisasi. Sebagai contoh adalah sapi, peternak perlu memahami tingkah
laku sapi saat mereka siap kawin untuk menghasilkan keterunan yang lebih banyak
dan menguntungkan peternak. Sapi yang biasa diawasi dalam proses menuju
kawinnya adalah sapi betina. Sapi betina harus benar-benar dalam keadaan siap
kawin untuk memastikan berhasilnya proses fertilisasi. Sapi betina yang siap
kawin adalah sapi betina yang sudah memasuki masa birahi.Ciri yang biasa
terjadi adalah vulva membengkak. Sapi
betina menjadi juga sangat tidak tenang, kurang nafsu makan, kadang-kadang
menguak dan berkelana mencari hewan jantan
Dari beberapa contoh yang diberikan diatas penulis
mencoba membantu peternakan dengan memanfaatkan sistem sensor (memadukan bidang
telekomunikasi) untuk mempermudah manajemen peternakan. Antara lain dalam hal
proses produksi telur maupun fertilisasi ternak. Peluang alat yang memungkinkan
dibuat adalah sistem manajemen suhu kandang ayam petelur serta sensor birahi yang
akan memanfaatkan gejala kerja hormon pada sapi betina.
Referensi :
Toelihere, M.R. 1981. Fisiologi Reproduksi Pada Ternak.
Bandung : Penerbit Angkasa
Williamson, G dan
Payne, W. J. A. 1993. Pengantar
Peternakan di Daerah Tropis. Yogyakarta : Gajah Mada University Press


Tidak ada komentar:
Posting Komentar